al-Iltizam

Mei 15, 2010

AL-ILTIZAM

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang Masalah

Melihat suasana kehidupan sekarang ini mungkin banyak dari kita yang belum memahami konsepsi kewajiban atau dalam kaidah fiqiyah biasa disebut dengan iltizam dalam perspektif hukum Islam. Oleh karena itu dalam makalah ini penulis akan menguraikan sedikit tentang iltizam atau kewajiban dalam perspektif Hukum Islam, siapa saja pihak- pihak yang terlibat dalam permasalahan ini akan menjadi bahan diskusi kita bersama. Karena mengingat penulis sendiri tidak terlalu memahami hakikat yang sebenarnya dari  iltizam tersebut.

Baca entri selengkapnya »


WAKAF

Mei 15, 2010

WAKAF

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Menurut ahmad Ashar basir berpendapat bahwah yang dimaksud dengan wakaf adalah menahan harta yang dapat diambil manfaatnya tampa musnah seketika dan untuk penggunaan yang dibolehkan serta yang dimaksudkan untuk mendapatkan ridah allah. Dan dari difinisi-difinisi yang telah dijelaskan para ulamah diatas. Dapat dipahami bahwah yang dimaksud dengan wakaf adalah menahan sesuatu benda yang kekal zatnya, dan memungkinkan untuk diambil manfaatnya guna diberikan untuk jalan kebaikan,

Baca entri selengkapnya »


WAKALAH.

Mei 15, 2010

WAKALAH.

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Setiap manusia pasti dibebani oleh berbagaihak dan kewajiban. Seseorang memiliki tanggung jawab untuk menunaikan kewajibannya  itusecara langsung. Demikian pula dalam hal penerimaan hak-hak. Keperluan akan hal semacam ini semakin terasa manfaatnya, terutama dalam lapangan muamalat yang menuntut peran akan setiap pemilik hak atau setiap pemikul tanggung  jawab.

Tetapi setiap manusia juga mempunyai berbagai masalah dalam kehidupannya. Manusia akan selalu berhadapan dengan kenyataan, bahkan kadang kala mereka tidak dapat menunaikan kewajiban atau menerima haknya secara langsung yang disebabkan oleh halangan-halangan tertentu.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. A. Definisi Wakallah

Dalam agama islam dikenal adanya lembaga Wakallah yang berfungsi memberikan kemudahan kepada pihak-pihak yang akan melakukan suatu tugas dimana ia tidak bisa secara langsung menjalankan tugas itu, yakni dengan jalan mewakilkan atau member kuasa kepada orang lain untuk bertindak atas nama yang mewakilkan atau pemberi kuasa.

Al-Wakalllah atau al-wikallah adalah perwakilan, menurut bahasa artinya Al-Hifdz (penyerahan), Al-kifayah (pencukupan), Al-dhaman (tanggungan),dan Al-tafwidh (pendelegasian) yang artinya juga dengan memmberikan kuasa atau mewakilkan.

Pengertian Wakallah menurut istilah, menurut Hasbi Ash Shiddieqy yaitu bahwwa wakalllah adalah akad penyerahan kekuasaan, yang pada akad itu seseorang menunjukan kepada orang lain sebagai penggantinya dalam bertindak (bertasharruf). Kemudian ada juga beberapa ulama seperti: Sayyid Sabiq, Malikiah, Hanafiah, Syafiah merumuskan tentang pengertian Wakallah, pendapat mereka sangat berfariasi.[1] Tetapi kita dapat mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan Al-Wakallah adalah penyerahan dari seseorang kepada orang lain atau adanya perjanjian satu orang dengan orang lain, untuk mengerjakan sesuatu. Perwakilan berlaku selama yang mewakilkan masih hidup.

Baca entri selengkapnya »